BMX


BMX merupakan singkatan dari Bicycle Moto Cross. Nama ini diambil lantaran motocross sedang sangat populer di Amerika Serikat pada akhir dekade 1960an. Saat itu, anak-anak dan remaja sangat terinspirasi dengan motocross dan meniru aksi pembalap motocross dengan membangun sendiri trek dari tanah dan berdandan dengan perlengkapan motocross. Itulah awal mula nama dan konsep BMX.

BMX langsung menanjak popularitasnya karena disiplin ini menawarkan aksi yang seru, biaya yang relatif murah, dan bisa dilakukan di dekat rumah. Setidaknya itu yang terjadi di California. Dengan popularitas yang meroket, sebuah federasi BMX pun didirikan di Amerika Serikat dan itu dianggap sebagai awal mula kompetisi resmi BMX.

Popularitas BMX kemudian melebar ke Eropa di akhir dekade 1970 dan pada April 1981 berdiri Federasi BMX Internasional, yang disusul dengan kejuaraan dunia yang pertama setahun berikutnya. BMX terus berkembang dari tahun ke tahun sehingga pada akhirnya kompetisi ini memiliki regulasi yang lebih mirip dengan balap sepeda daripada motocross. Karena itu, sejak Januari 1993 BMX melebur ke dalam UCI.

Saat ini, UCI mengakui dua event BMX, yaitu BMX Supercross dan BMX Freestyle.

BMX Supercross (dilombakan di Olimpiade)

Lomba BMX Supercross berlangsung di trek sepanjang 350 meter. Selain panjang 350 meter, biasanya sebuah trek BMX memiliki starting gate setinggi 8 meter (standard UCI World Championships dan Olimpiade), tiga buah berm, variasi undakan, dan lintasan lurus. Sebuah lomba biasanya terdiri dari sekitar 4 heat untuk mencapai babak berikutnya.


No event found!

National Championships atau yang lebih dikenal dengan kejuaraan nasional adalah kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh federasi nasional anggota UCI. Event ini diikuti oleh pembalap terbaik yang dinominasikan oleh Pengurus Provinsi Ikatan Sport Sepeda Indonesia dan sang juara berhak atas national jersey serta UCI point yang dihitung dalam ranking UCI.

More

Ranking nasional ditentukan berdasarkan poin yang didapat oleh setiap atlet pada event/lomba yang diakui oleh PB ISSI dan masuk dalam national series. Poin tersebut akan diakumulasi hingga akhir musim dan pembalap dengan poin tertinggi berhak menggunakan National Stripes pada musim balap berikutnya.

More