Indonesia akan Mendapat Manfaat Besar dari Keterlibatan di Asia dan Dunia

March 6, 2017 5:00 pm

Jakarta. Pekan lalu, PB ISSI mengikuti Kejuaraan Balap Sepeda Asia 2017 dan Kongres Konfederasi Balap Sepeda Asia, ACC, yang berlangsung 24 Februari hingga 3 Maret di Bahrain.

Mengirimkan enam atlet, Tim Indonesia membawa pulang satu medali perunggu dari lintasan balap, sementara dari arena kongres ACC Ketua Umum PB ISSI, Raja Sapta Oktohari, terpilih sebagai anggota Komite Manajemen ACC dan kandidat anggota Komite Manajemen federasi balap sepeda dunia, UCI.

Hasil satu medali perunggu dari nomor Individual Time Trial junior putri yang direbut Liontin Evangelina Setiawan merupakan hasil yang cukup menggembirakan mengingat pendeknya waktu persiapan. Selain pencapaian Angel, Tim Indonesia juga mencatat dua pencapaian yang cukup baik di mana Magfirotika Marenda menempati peringkat empat nomor Individual Road Race U-23 putri dan M Fadly berada di urutan empat nomor Individual Time Trial paracycling divisi C.

“Hasil yang tidak terlalu buruk untuk Indonesia mengingat masa persiapan yang cukup pendek. Magfirotika bahkan punya peluang untuk naik podium karena dia berada di rombongan depan. Hanya saja, ada kesalahan strategi sehingga dia terjebak di antara pembalap lain dan terhalang saat mau melakukan final sprint,” kata Oktohari, Senin (6/3).

Oktohari menyebutkan mepetnya persiapan juga disebabkan oleh tersendatnya informasi yang didapat dari Konfederasi  Balap Sepeda Asia dan dengan terpilih sebagai anggota komite manajemen ACC, dia berharap semua informasi dari ACC dan negara anggota lainnya bisa lebih terbuka.

“Kehadiran kami di Kejuaraan Balap Sepeda Asia dan Kongres ACC membuka jalur informasi yang lebih besar. Di sana kami bisa bertemu dan berdialog langsung dengan perwakilan dari berbagai negara. Hasilnya, kami sudah menyepakati secara lisan kerja sama untuk mengirim atlet Indonesia berlatih ke negara-negara seperti Jepang, China, Hong Kong, dan Kazakhstan. Bahkan, kami juga sudah menjajaki untuk menitipkan atlet ke tim profesional Astana, yang dimiliki oleh Kazakhstan,” ujar Oktohari lagi.

Dengan kesepakatan ini, PB ISSI akan mengirimkan atletnya untuk melakukan training camp dan tryout di beberapa negara, seperti China, Jepang, dan Iran, sebagai bagian dari persiapan menghadapi SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

Sementara itu, terpilihnya Oktohari sebagai salah satu anggota Komite Manajemen ACC akan membuat Indonesia memiliki posisi tawar yang lebih baik. Selama ini, PB ISSI sebagai anggota belum banyak terlibat dalam kepengurusan Konfederasi Balap Sepeda Asia sehingga suara Indonesia belum terlalu didengar di ACC.

Dengan posisinya sebagai Ketua Bidang Media, Oktohari ingin memperbaiki semua saluran informasi ACC kepada anggotanya dan juga publik. Prioritas utamanya adalah dengan memperbaiki situs resmi ACC yang selama ini tidak dikelola dengan baik dan juga mulai mempromosikan balap sepeda Asia melalui semua jalur media sosial yang ada. Dengan perbaikan tersebut, semua informasi tentang kegiatan balap sepeda di Asia, seperti jadwal dan ranking atlet, bisa diakses dengan mudah.

Selain terpilih sebagai anggota Komite Manajemen ACC, Oktohari juga terpilih sebagai satu dari tiga kandidat anggota Komite Manajemen UCI. Ini merupakan yang pertama untuk Indonesia. Sebagai anggota federasi balap sepeda dunia, UCI, Konfederasi Balap Sepeda Asia, ACC, berhak untuk menominasikan tiga anggotanya untuk duduk di dalam Komite Manajemen UCI. Pemilihan anggota Komite Manajemen UCI sendiri baru akan berlangsung pada Kongres UCI di Norwegia, September mendatang.

“Semua ini dilakukan bukan semata untuk mengejar jabatan. Jika Indonesia terwakili di ACC dan UCI, kita akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan kemampuan atlet-atlet kita dan ujungnya akan berdampak positif pada peningkatan prestasi,” kata Oktohari.

Pada kesempatan kongres itu juga, Oktohari bertemu dengan perwakilan tim dan penyelenggara Giro d’Italia, Tour of Dubai, dan Tour of Abu Dhabi, yang merupakan bagian dari kalender UCI World Tour.

“Kami sudah melakukan pembicaraan tentang kemungkinan untuk menyelenggarakan event UCI World Tour di Indonesia, yang akan diikuti oleh atlet elit seperti Peter Sagan dan juga tim UCI Word Tour, seperti Astana dan Sky,” ujar Oktohari lagi.

ICF Editor | Tags: ,