Introduction to ICF


Olahraga balap sepeda memiliki sejarah yang cukup panjang di Indonesia, yaitu sebelum Perang Dunia II saat penjajahan Belanda. Saat itu, ada beberapa pembalap lokal yang dibiayai oleh pengusaha Belanda yang memiliki bisnis di Hindia Belanda.

Semarang menjadi pusat perkembangan olahraga balap sepeda karena kota ini memiliki satu-satunya velodrome, yang dibangun oleh Ooiman dan Van Leuwen. Status Semarang sebagai pusat balap sepeda terus berlanjut hingga Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Pada Pekan Olahraga Nasional II tahun 1951, balap sepeda menjadi salah satu cabang olahraga yang dilombakan dan balap sepeda mendapatkan popularitas yang lebih besar lagi. Saat itu, berdiri klub balap sepeda di beberapa kota besar, seperti Semarang, Jakarta, Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung.

Lima tahun kemudian, klub-klub tersebut berkumpul di Semarang untuk mengadakan kongres dan juga kejuaraan nasional untuk pertama kalinya pada bulan Mei. Dalam kongres empat hari tersebut, mereka sepakat untuk mendirikan Ikatan Sport Sepeda Indonesia, pada 20 Mei 1956.

Terpilih sebagai ketua umum pertama adalah Letkol S. Soeroso dan beliau menjabat posisi tersebut hingga tahun 1969. Setelah itu, Komodor R. Soehardjo menjabat ketua umum pada tahun 1969-1971 dan kemudian digantikan oleh Brigjen Gatot Suwagio, yang menjabat pada tahun 1971-1982.

Setahun berselang, Harry Sapto terpilih sebagai ketua umum dan beliau membawa ISSI dan balap sepeda ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Selama masa kepemimpinan Harry Sapto, ISSI membangun velodrome di beberapa kota dan juga mengadakan lomba road race yang terkenal, yaitu Tour d’ISSI, Tour d’Java, dan Tour d’Indonesia.

Setelah memimpin ISSI selama 25 tahun, Phanny Tanjung terpilih sebagai ketua baru pada tahun 2008 dan meneruskan beberapa program yang dicetuskan Harry Sapto.

Setelah kepemimpinan Phanny Tanjung, ISSI mengalami konflik internal yang memecah organisasi ini. Pada Maret 2015, Raja Sapta Oktohari terpilih sebagai ketua umum yang baru dalam musyawarah nasional luar biasa dan beliau berjanji untuk menyatukan organisasi ini dan membawa balap sepeda Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi lagi.