Rio Akbar, Cupi Novianti Melaju ke Final Kejuaraan BMX Asia

May 27, 2017 10:51 pm

Jakarta. Indonesia akan diwakili oleh Rio Akbar dan Cupi Novianti di kelas elit putra dan elit putri pada final Kejuaraan BMX Asia yang berlangsung akhir pekan ini di Suphanburi, Thailand.

Selain Rio dan Cupi, Mohamad Tegar Alam Sani juga akan berlaga di final kelas junior putra dan Wiji Lestari siap merebut podium kelas junior putri. Tak hanya itu, tiga atlet putri dan satu atlet putra juga menembus final kelas challenge.

Di kelas elit putra, Indonesia menurunkan empat atlet, yaitu Rio Akbar, Firman Chandra Alim, Bagus Saputra, dan Toni Syarifudin. Keempat atlet ini mampu lolos ke semifinal, seperti yang dituturkan pelatih kepala Dadang Haries Purnomo.

Di semifinal, Rio dan Firman masuk grup pertama sementara Bagus dan Toni di grup kedua. Empat pembalap teratas dari setiap grup akan melaju ke final.

“Dari grup pertama, Rio berhasil lolos. Firman sebenarnya memiliki peluang karena sempat berada di posisi ketiga. Tapi dia lengah saat di berm kedua sehingga disusul dua pembalap Tiongkok,” ujar Dadang melalui sambungan telepon, Sabtu (27/5).

Di grup kedua, Bagus dan Toni juga diharapkan untuk masuk final. Namun, fokus mereka buyar akibat seorang pembalap Jepang terjatuh karena berusaha mencuri start.

“Mereka juga hampir jatuh karena reflek melihat ada pembalap yang bergerak lebih dulu. Fokus mereka buyar dan Bagus crash dengan pembalap Tiongkok, sementara Toni juga terhalang jalannya. Jadi keduanya gagal lolos,” kata Dadang lagi.

Sementara itu, langkah Cupi menuju final relatif lebih mudah karena dia bergabung dengan grup yang relatif ringan. Langkah Elga Kharisma lebih berat karena bersaing dengan tiga pembalap Tiongkok dan dua pembalap Thailand.

“Elga juga sedang sakit. Dia mengalami flu sejak berangkat. Ditambah lagi dengan cuaca yang cukup ekstrim, hujan dan panas bergantian, dan suhu yang mencapai 38 derajat celcius. Elga masih bisa bertahan hingga moto 2, tapi di moto 3 kondisinya semakin payah,” ucap Dadang.

Harapan besar ada di kelas junior putri karena Wiji terus memimpin sejak moto 1 hingga moto 3. Di final, Wiji akan beradu cepat dengan pembalap dari Jepang dan Tiongkok.

Cuaca yang ekstrim memang menjadi kendala untuk semua tim. Suhu yang panas membuat lintasan yang terbuat dari aspal menjadi lembek sehingga grip ban jadi terlalu besar.

Hujan yang mengguyur Suphanburi pada malam hari juga memaksa chief commissaire UCI mengeluarkan edaran bahwa final akan berlangsung agak siang karena banjir.

ICF Editor | Tags: , , ,