Titik Awal Berubah, Tour de Indonesia 2018 Tetap ‘Indonesia Banget’

January 8, 2018 2:49 pm

Jakarta. Rute Tour de Indonesia 2018 akan mengalami sedikit perubahan. Lomba yang awalnya akan bermula di Candi Borobudur, Magelang, akan digeser ke Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, karena alasan teknis. Tapi, perubahan itu tidak akan mengubah semangat penyelenggara yang ingin menjadikan event ini sebagai etalase pariwisata olahraga Indonesia.

Perubahan rute ini disepakati dalam rapat pleno PB ISSI dengan Mahkota Promotion sebagai panitia penyelenggara, yang berlangsung Sabtu (6/1) di Jakarta.

“Dari hasil audiensi tim aju dengan pihak pengelola Candi Borobudur, kami mendapatkan informasi ada kendala teknis. Untungnya, Pengprov ISSI Yogyakarta menawarkan bantuan sehingga titik awal Tour de Indonesia 2018 kami pindah ke Candi Prambanan,” ujar Ketua Bidang perlombaan PB ISSI, Parama Nugroho, yang juga menjadi penanggungjawab kegiatan Tour de Indonesia 2018, Senin (8/1).

Seperti rencana awal, Tour de Indonesia 2018 akan berlangsung dalam empat etape pada 25-28 Januari. Dengan perubahan titik start, etape pertama akan menempuh jarak 130 kilometer dari Yogyakarta menuju Ngawi. Dari Ngawi, rombongan akan bermalam di Madiun untuk mengawali etape kedua yang berjarak 117,7 kilometer dari Madiun menuju Mojokerto.

Dari Mojokerto para pembalap akan kembali ditransfer menuju Probolinggo untuk menjalani etape ketiga dari Probolinggo menuju Banyuwangi dengan jarak 202 kilometer. Etape keempat akan dimulai di Gilimanuk dan berakhir di Denpasar, dengan jarak tempuh 162 kilometer.

Sementara itu, Race Director Sondi Sampurno mengatakan Tour de Indonesia 2018 akan melibatkan commissaire atau juri dari Indonesia dan Asia.

“Untuk kepala commissaire akan dipilih dari Asia, sementara untuk commissaire lainnya kami akan memilih commissaire terbaik yang kami miliki. Kami ingin menunjukkan bahwa commissaire dari Asia juga mampu memimpin lomba dengan tingkat yang tinggi dan kami berharap hal ini bisa membuat Tour de Indonesia 2018 dengan kategori 2.1 bisa berlangsung dengan lebih baik,” kata Sondi.

Hingga saat ini sudah 16 tim memastikan diri untuk ambil bagian dalam Tour de Indonesia 2018, terdiri dari 13 tim continental dan tiga tim nasional. Regulasi UCI menyebutkan event dengan kategori 2.1 boleh mendatangkan tim World Tour dan Pro Continental setidaknya 50 persen dari jumlah total peserta. Namun, hingga saat ini belum ada tim World Tour dan Pro Continental yang menyatakan akan berpartisipasi.

“Tanpa kehadiran tim dunia juga tidak masalah. Mereka tidak bisa hadir di Indonesia karena rata-rata mereka masih dalam masa persiapan awal. Tapi paling tidak dari tim yang hadir telah mewakili empat benua. Kami ingin menyelenggarakan Tour de Indonesia dengan standar yang baik pada tahun ini. Jika event tahun ini bisa terselenggara dengan baik, ini bisa jadi promosi gratis dan bisa menarik minat tim lain untuk datang ke sini,” ujar Parama.

Daftar Peserta Tour de Indonesia 2018

  1. PGN Road Cycling Team (INA)
  2. KFC Cycling Team (INA)
  3. ACC Cycling Team (INA)
  4. Team Sapura Cycling (MAS)
  5. Terengganu Pro Asia Cycling Team (MAS)
  6. 7-Eleven Cycling Team (PHI)
  7. Thailand Continental Cycling Team (THA)
  8. Nex CCN (LAO)
  9. Aisan Cycling Team (JPN)
  10. Interpro Cycling Academy (JPN)
  11. St. George Continental Cycling Team (AUS)
  12. Team McDonalds Down Under (AUS)
  13. Java Partizan Pro Cycling Team (SRB)
  14. Indonesian National Team
  15. Malaysian National Cycling Team
  16. Eritrean National Team

 

ICF Editor | Tags: ,